Artinya dengan terlaksananya kegiatan ini berarti PDPM Padang Pariaman sudah go internasional. Inilah sebenarnya yang harus jadi fokus dan perhatian pemuda. Pemuda Muhammadiyah harus selalu menjadi garda terdepan dalam membela dan memikirkan umat dan bangsa.
Paham-paham yang menyimpang yang seolah-olah katanya membela Islam sesungguhnya terkait dengan beberapa masalah mendasar, namun semua itu berawal dari pemahaman keagamaan yang dangkal sehingga wawasan keagamaannya pun jadi keliru, dan mudah dimasuki oleh paham-paham menyimpang.
“Tentu setelah pertemuan ini kita berharap ada resep dan strategi yang dapat kita serap untuk menangkal bahaya paham radikalisme, komunisme dan terorisme yang jelas-jelas tidak sesuai dengan kultur Nagara kita yang menganut ideology Pancasila,” ujarnya.
Pemuda Muhammadiyah menolak paham radikalisme, komunisme dan terorisme karena disamping tidak sesuai dengan budaya bangsa kita yang santun, kekerasan itu, memaksakan itu akan menyakiti, melukai hati, bahkan membahayakan secara ideologi berbangsa, dan karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam Rahmatallil’alamin yang ditanamkan oleh Nabi Muhammad saw.























































