“Wujud kepedulian Pramuka dalam penanganan bencana memang tidak hanya sebatas dukungan secara material. Pramuka juga terlibat aktif memberikan semangat kepada masyarakat untuk tetap bangkit dalam menghadapi bencana,” jelasnyaSementara itu, Aditya Wisaksono Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pramuli Kwarda Jateng memberikan apresiasi kepada Kwarnas
Gerakan Pramuka yang telah menyempatkan waktu untuk mendatangi lokasi bencana disertai dengan pemberian bantuan. Kepedulian Kwarnas, kata dia, tidak hanya untuk para korban tapi juga untuk adik-adik Pramuka Peduli di daerah.
“Kak Eko selaku representasi Kwarnas turun langsung ke lokasi bencana sangat baik, hal itu menunjukkan kepedulian Kwarnas. Peduli bukan saja ke penyintas bencana, namun bentuk peduli kepada aktivitas Pramuli di jajaran bawah (Kwarda, Kwarcab, Kwarran dan Gudep). Inilah yang paling penting sebagai induk organisasi,” jelasnya.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mendata bangunan yang rusak akibat gempa. Total 465 unit rumah rusak akibat gempa. Dari jumlah itu, 144 rumah mengalami rusak berat, sementara 125 rumah rusak ringan.
Tercatat pula 4 masjid, 2 mushala, 1 bangunan SD, dan 3 bangunan SMP yang mengalami rusak berat. Gempa kali ini mengakibatkan 2.125 orang mengungsi.























































