Untuk masyarakat Sumbar, sebutnya, rasa kebhinnekaan dan toleransinya sudah tidak diragukan lagi. “Walaupun situasi (politik) kadang memanas, tapi tidak pernah kita dengar konflik SARA di Sumbar,” ungkap putera Pesisir Selatan itu.
Dalam urusan kebhinnekaan dan toleransi, kadang di berbagai daerah kita agak prihatin, tetapi di Sumbar, sebut Muhayatul, telah menjadi rujukan bagaimana hidup dalam keberagaman dengan damai. (Rel).























































