Usai kegiatan lomba, remaja Masjid lebih focus lagi menyiapkan pojok baca. Dari kalangan remaja Masjid terpilih beberapa orang yang terjun lansung mengurus pojok baca. Walau begitu semua diminta mengajak orang membaca sebanyak-banyaknya. Ajak adiknya, mama dan papanya, om dan tante dan orang orang sekelilingnya.
Kahadiran pojok baca/taman baca masyarakat di wilayah kota Padang Panjang diyakini ikut diapresiasi Pemko Padang Panjang, sebab, di Padang Panjang kini sedang gencar gencarnya gerakan literasi. Bahkan kini ada gagasan tiap rumah punya ruang baca. Muhammad Subhan, ketua FPL (Forum Pegiat Literasi), melalui The Public, berjanji donasi buku jika Pojok baca Zuama’ di launching nanti. (yetti harni)























































