Terkait pelaksanaan Festival Pesona Langkisau, ia mengatakan ada format yang berbeda dalam pelaksanaan tahun ini. Karena kondisi masih pandemi maka pelaksanaan benar-benar menaati protokol kesehatan dan membatasi jumlah penonton.
“Penonton hanya warga sekitar dan peserta serta ofisial. Meski demikian masyarakat umum tetap bisa menikmati karena disiarkan secara live di media sosial,” katanya.
Seorang atlet yang berlaga dalam Festival Pesona Langkisau tersebut, Kandris mengatakan kegiatan itu seperti mata air di tengah sangat kurangnya kompetisi paralayang di Sumbar sejak setahun terakhir, padahal PON XX Papua sudah di depan mata.
“Latihan tanpa kompetisi tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Karena itu festival ini benar-benar bisa menjadi ancang-ancang untuk PON Papua,” kata pengusaha properti ini.
Dia memuji keindahan alam Pesisir Selatan serta keramahtamahan warga, juga nikmatnya kuliner yang disajikan.
“Selama festival kami menginap di rumah warga dan mendapatkan keramahan yang luar bisa,” katanya.


















































