Model-model seperti Zündapp DB, KS 601, hingga motor bebek ringan mereka menjadi kendaraan harian masyarakat Eropa pasca perang.
Keunggulan Zundapp terletak pada rekayasa presisi khas Jerman. Setiap komponen dirancang untuk ketahanan jangka panjang. Bukan sekadar kecepatan.
Filosofi inilah yang membuat motor-motor Zundapp tetap hidup hingga hari ini, meski pabriknya resmi tutup pada awal 1980-an.
Di Indonesia, Zundapp menjadi barang langka dan bernilai tinggi di kalangan kolektor motor klasik. Unit-unit yang masih utuh sering dijadikan pajangan. Juga, kendaraan parade, atau koleksi museum.
Suara mesinnya yang khas dan desainnya yang kokoh, membawa nuansa sejarah yang sulit ditandingi motor modern.
Lebih dari sekadar kendaraan, Zundapp adalah saksi bisu perubahan zaman. Dari perang ke damai, dari medan tempur ke jalan raya, dari industri berat ke dunia hobi dan koleksi.
Setiap putaran rodanya menyimpan cerita, dan setiap dentuman mesinnya mengingatkan bahwa teknologi klasik pun memiliki jiwa dan karakter. (*)























































