Berkenaan perkembangan zakat yang terhimpun se-Indonesia dalam 5 tahun ini, KH.Noor Ahmad mengungkap naik secara signifikan, yakni dari Rp 12,43 triliun pada 2020 jadi Rp 40,53 triliun (2024). Di tingkat pusat, kenaikannya dari Rp 517 miliar di 2021 jadi Rp 1,12 triliun (2024).
Perkembangan tadi menurut KH.Noor Ahmad, sejalan penguatan (peningkatan) pada tata kelola zakat lewat transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil dan peningkatan koordinasi nasional. Kini, indeks zakat nasional (IZN) diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas RI.
Zakat yang terhimpun dari umat Islam itu, seperti terlihat lewat siaran pers BAZNas RI, selain dominan dibagikan untuk membantu mengatasi kesulitan umat (asnaf yang delapan) di dalam negeri, juga ada yang dikirim ke luar negeri, salah satu ke Pelestina, sehingga logo BAZNas juga dikenal di luar negeri.
Di dalam negeri, seperti dilansir spiritsumbar.com sebelumnya, salah satu terobosan besar yang diluncurkan oleh BAZNas RI adalah program bantuan penanggulangan bencana banjir rob di kampung nelayan Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
























































