Ditambahkannya, ide tadi kemudian dilanjutkan oleh LPM dibawah komando Syafriyanto. Dari beberapa kali pertemuan disepakati bantuan lebih diprioritaskan bagi anak-anak dari kalangan ekonomi lemah, namun Kelurahan dan LPM tetap berusaha agar seluruh murid SD menerima bantuan yang sama. Sebab, nyaris seluruh lapisan masyarakat merasakan dampak corona yang pertama kali ditemukan di China pada Desember 2019 itu. Ibu-ibu yang biasanya titip jual makanan di sekolah sekarang jadi tidak bisa karena sekolah tutup, orang tuanya yang sopir angkot dan tukang ojek kini banyak bermenung, catering, pelaminan, tukang jahit sepi orderan, pegawai swasta ada yang dirumahkan.
Setelah didata dan ditelusuri 16 RT yang ada di kelurahan tempat berdirinya dua pesantren, Diniyah Putri dan Thawalib Putra sejak puluhan tahun silam ini, tercatat 198 orang murid SD. Kini Kelurahan dan LPM berjibaku mencari donatur yang sifatnya tidak mengikat.
Bantuan untuk semester satu tahun ajaran 2020/ 2021 ikut disumbangkan oleh seorang perantau sebesar Rp. 15 juta dan BazNas Padang Panjang Rp 15 juta. Keduanya berjanji akan melanjutkan sumbangan dengan jumlah yang sama untuk semester dua yang jatuh Februari 2021 nanti.























































