Pertama, mewujudkan pemeretaan pembangunan dan pertumbuhan yang berwawasan lingkungan. Menurutnya, geliat kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur, termasuk di dalamnya soal tranportasi dan telekomunikasi.
“Kita harus memandang Kabupaten Solok utuh. Tidak tengah, selatan, utara dan timur. Semua bisa tercapai jika kita satu pandangan tentang daerah yang kita cintai ini. Pengkotak-kotakan wilayah justru akan menjadi dilema sosial berkepanjangan. Mari luruskan pandangan, dan sama-sama berniat membangun daerah,” tutur putra asli Saning Baka itu.
Kedua, meningkatkan kualitas nilai kehidupan berdaya saing dan ini bertumpu pada Sumber Daya Manusia (SDM) di semua elemen masyarakat. Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok tahun 2019 masih 68,6 persen. Angka tersebut berada di bawah IPM Sumatera Barat yang mencapai angka 72,39 persen.
“Untuk bersaing di era globalisasi hari ini, IPM menjadi harga mati yang harus kita wujudkan. Tidak mungkin berandai-randai lebih, jika SDM kita belum terbenahi maksimal,” katanya.























































