UM Sumbar Luncurkan Buku Biografi Tokoh Muhammadiyah dan Pejuang Kemerdekaan

oleh

Mengutip ulasan akademis dari sejarawan Fachri Ali bahwa Samik Ibrahim adalah seorang tokoh revolusioner. Bahkan, pernah meminjamkan uang lebih dari Rp4 juta pada saat itu kepada Devisi IX Banteng tahun 1945-1947.

Dalam buku setebal 198 tersebut juga diungkapkan “warna” lain dari Samik Ibrahim sebagai pengusaha yang sukses dalam berniaga melalui pendirian NV KOPAN (Koperasi Oentoek Pemadjoean Anak Negeri) di Pasar Batipuh Padang. Selain itu, Samik Ibrahim merupakan aktivis Muhammadiyah yang tangguh.

Dia berjasa dalam mendirikan organisasi tersebut di tanah kelahirannya yaitu Afdeling Bandar X, Indrapura dan Kerinci.

Samik Ibrahim meninggal dunia tanggal 24 Nopember 1978 saat menunaikan ibadah haji di Makkah. Setahun kemudian, dia dianugerahi piagam penghargaan sebagai pahlawan masyarakat oleh Gubernur Sumbar Ir. Azwar Anas tanggal 17 Agustus 1979.

Pada tahun 2017, Samik Irahim juga memperoleh penghargaan dari PWM Sumbar atas jasa-jasanya dalam pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah di Pesisir Selatan.

Menarik dibaca