“ Tahun 2015 kemarin kita telah merampungkan 64 sertifikat tanah pada bagian pengelolaan aset. Sedangkan tahun 2016 sekarang kita punya target 150. secara keseluruhan untuk pessel rasanya belum mungkin, tapi yang utama sekali target kita tahun ini sebanyak 150 sekolah bermasalah tanah akan segera disertifikatkan” terangnya.
Rencana sertifikat tanah itu, katanya merupakan program prioritas dalam menyelesaikan problem khusus sekolah-sekolah lama yang belum memiliki sertifikat. “Kita akan memberikan penegasan kepada pemilik tanah, supaya tanah itu bisa dijadikan sebagai aset daerah” pungkasnya.
NIKO




















































