Selain itu Yudas juga meminta kepada masyarakat agar membebaskan lahan untuk pembangunan gedung SMP, sehingga permintaan tersebut bisa direalisasikan
“Siapkan tanahnya dulu. Setelah tanahnya sudah selesai dibebaskan, sampaikan kepada kami melalui Dinas Pendidikan. Kalau memenuhi syarat dan tidak ada halangan, pembangunan SMP di tempat ini bisa direalisasikan,” kata Yudas.
Yudas mengimbau masyarakat apabila gedung SMP sudah dibangun, tetap menjaga keamanan dan kenyaman daerah, sehingga pembangunan bisa dilaksanakan.
Wacana pembangunan SMP itu ditunjang dengan sudah adanya 3 SD di Desa Malancan, rata-rata lulusan SD setiap tahunnya mencapai 50 siswa untuk 3 SD itu, cukup untuk menggabungkan siswa ke dalam satu, bahkan dua kelas.
Sementara untuk tenaga pengajarnya sendiri, Yudas mengatakan lebih mengutamakan guru yang berdomisili di daerah itu sendiri.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Mentawai, Sermon Sakerebau mengatakan angka Partisipasi Murni Mentawai akan mengalami kenaikan seiring dengan semakin bertambahnya jumlah sekolah di daerah-daerah terpencil. “Tahun 2015 APM dari SD ke SMP mencapai 96%. Maka dengan memperbanyak infrastruktur pendidikan, tentu mampu mengurangi jumlah siswa yang terancam putus sekolah akibat sulitnya akses jalan” jelas Sermon.
























































