Di rumah makan Padang, tahu sambok sering menjadi lauk pelengkap yang cepat habis. Ia menjadi pasangan sempurna bagi nasi hangat, sayur rebus, gulai sederhana, atau ikan asin panas. Bahkan, bagi sebagian orang, tahu sambok cukup disantap sendiri dengan nasi dan kerupuk—sudah terasa nikmat luar biasa.
Lebih dari sekadar lauk, tahu sambok mencerminkan filosofi kuliner Minangkabau: sederhana, berani rasa, dan penuh karakter. Ia membuktikan bahwa dari bahan yang murah dan mudah didapat, bisa lahir sajian yang kaya sensasi dan tak pernah kehilangan penggemar.
Pedasnya menggigit, gurihnya membekas—tahu sambok adalah bukti bahwa dalam dunia kuliner Minang, kesederhanaan justru sering menjadi bintang utama.























































