Kemudian, dalam waktu dekat BDI memberikan peluang kepada masyarakat Pasaman Barat untuk ikut pelatihan di Padang. Dengan catatan peserta yang dikirim harus orang yang benar-benar ingin belajar dalam bidang industri maupun bordiran, sulam dan lainnya.
Sementara itu, H. Syahiran mengakui komitmen Pemkab Pasaman Barat dalam menggalakkan industri UMKM tidak terlepas dari kemauan masyarakat itu sendiri. Apalagi, Pasaman Barat sudah memiliki kerajinan kain tenun sulaman benang emas di Air Bangis.”Kita bersyukur sekali dengan BDI Padang yang telah mau bekerja sama dengan kita. Ini sebenarnya untuk kepentingan kita juga, terutama mengembangkan kerajinan yang ada di Pasaman Barat terutama sulaman benang emas di Air Bangis,” jelas Syahiran.
Syahiran memiliki target sulaman benang emas akan bisa dipasarkan paling tidak di Sumbar. Namun, setelah melalui perbaikan dari segala sisi terutama kualitas. “Pelatihan yang akan diadakan oleh BDI Padang selama 18 hari itu merupakan kesempatan emas bagi masyarakat kita. BDI telah menyiapkan segala sesuatu dengan baik, seperti penginapan, uang makan dan uang saku. Saya kira banyak masyarakat yang akan ikut. Untuk itu, dinas terkait akan melakukan seleksi, sehingga pihak yang kita kirim juga tidak membuat kita malu. Artinya orang yang benar-benar ingin belajar,” terang Syahiran.























































