Stop Gengster di Sekolah

oleh

Terjadinya perkelahian di sebuah sekolah tidak selalu di sebabkan oleh perilaku peserta didik saja, akan tetapi bisa juga disebabkan karena perilaku guru yang tidak serius mendampingi peserta didik sewaktu belajar. Tindakan yang dilakukan guru umpamanya dengan pergi meninggalkan kelas sewaktu kegiatan belajar berlangsung, atau dengan memberikan tugas dan catatan kepada peserta didik sementara gurunya sendiri tidak berada didalam kelas mengawasi perilaku peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.

Dibuatnya daftar pelajaran disekolah sebenarnya mengartikan adanya perjanjian antara guru dengan sekolah dan peserta didik bahwa di jadwal yang telah dibuat mereka secara bersama-sama akan berada di dalam sebuah ruangan pembelajaran untuk melakukan proses belajar dan mengajar.

Kelima, kontinuitas penegakan disiplin. Disiplin sekolah tidak bisa kita lakukan setengah-setengah. Disiplin harus dilaksanakan dengan sepenuh hati oleh semua pihak. Khusus dalam interen sekolah, harus dilakukan oleh semua pihak yang berada di sekolah. Janganlah penegakan disiplin di serahkan kepada guru piket, wakil kepala sekolah atau kepala sekolah saja. Haruslah secara bersama-sama menegakkannya, agar gengsters yang ada di sekolah bisa kita habiskan, dan korban berikutnya tidak berjatuhan lagi. Stop gengster di sekolah.

Menarik dibaca