Sementara bagi orang yang tak beriman, seakan tidak terpengaruh dengan keberadaan Ramadhan. Karena hati mereka telah terputus dari Allah SWT, jadi tindakan mereka tetap merajalela. Lantaran, hanya fisik mereka yang berbentuk manusia sedangkan hati mereka sudah berubah jadi setan. Jadi hadist tersebut telah membuktikan, dalam bulan Ramadhan tidak ada godaan setan bagi orang yang beriman lantaran telah terbelenggu sebagaimana yang diungkapkan Rasulullah.
Toh kalau masih ada kejahatan, hal tersebut bukan disebabkan oleh godaan setan. Tapi, manusia yang berhati setan. Jadi walau setan dalam kondisi terbelenggu, mereka tetap gembira. Lantaran, kejahatan masih tetap merajalela. Mereka telah berhasil merubah hati manusia untuk menjalankan aksinya, terutama dalam bulan Ramadhan.
Berkata Asy Syahid Syaikh Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthy. “Tak ada diantara makhluk ciptaan Allah yang lebih jahat, lebih zhalim dan lebih melampaui batas dari pada manusia. Yaitu pada saat ia terlepas hubungannya dengan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Wallahu a’lam























































