Senyum Walikota Padang dan Kenangan Para Santri

oleh

Dengan sabar walikota tegak di luar masjid, persis di sebelah pedagang roti. Matanya tertuju kepada santri yang sedang melaksanakan shalat.

Tak berapa lama, santri pun selesai melaksanakan shalat. Beberapa diantaranya memilih melanjutkan bermain di dalam masjid. Ajudan Walikota Padang, Wedon Surdinal kemudian mengimbau santri agar mendatangi kembali walikota.

Santri pun patuh. Mereka mendatangi walikota yang sedari tadi berdiri di luar masjid. “Sudah shalat semuanya?” tanya Mahyeldi.

Santri serempak menjawab sudah. “Sudah, Pak,” sebut santri. “Bagus. Semuanya ditraktir roti. Ayo silahkan ambil, satu orang satu roti,” sebut Mahyeldi merangkul santri dan mengarahkannya ke tukang roti yang sedari tadi menunggu.

Santri pun girang alang kepalang. Mereka berebut mengambil roti. Roti beraneka rasa, coklat, keju, kelapa, dipilihnya. Sekejap, masing-masing sudah menggenggam roti dan menggigitnya.

Melihat seluruh santri sudah mendapat roti, walikota kemudian mengeluarkan lembaran Rp50 ribuan dan diberikan kepada tukang roti. Tukang roti lantas bergegas menyerahkan uang kembalian. Walikota kemudian menolaknya. “Cukup kan semuanya. Beri roti bagi yang belum dapat,” cecar Mahyeldi kepada tukang roti.

Menarik dibaca