Hal ini tentu saja tidak adil bagi pihak sekolah, bukankah diawal sudah dikatakan bahwa pendidikan itu adalah tanggung jawab bersama, sesuai dengan kapasitas dan bagiannya masing-masing. Saling melengkapi bukan meniadakan, mengambil alih atau bahkan mengopernya.
Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sering menganggap enteng soal pendidikan anaknya. Mereka beranggapan bahwa pendidikan anak itu nanti akan dimulai saat anak masuk sekolah dan dengan memasukkan anak ke sekolah, berarti pendidikan anak telah menjadi tanggung jawab pihak sekolah. pemikiran seperti inilah yang harus diluruskan.
Pendidikan anak bukan berarti dimulai saat anak dimasukkan ke sekolah, melainkan dimulai sejak ia lahir. Dengan demikian rumah merupakan sekolah pertama bagi anak. Sebab ibu adalah orang yang mula-mula dikenal anak, dengan demikian ibu merupakan guru pertama bagi anaknya. Dan ingatlah seorang ayah adalah kepala sekolah di dalamnya.
Dengan memasukkan anak ke sekolah bukan berarti tugas orang tua dalam pendidikan anak bisa dialihkan kepada pihak sekolah. Karena peran orang tua dalam pendidikan anak tidak bersifat statis tetapi berlangsung sepanjang waktu dan sangat dinamis.





















































