Inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mendukung peningkatan PAD rumah sakit. RSUD dr. Rasidin optimistis target PAD tahun 2026 sebesar Rp50 miliar dapat tercapai dengan penerapan layanan baru tersebut.
Lebih lanjut, Lismawati menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan melalui pelatihan, pembinaan, dan pengawasan langsung terhadap petugas di lapangan.
“Kami terus memperkuat kapasitas petugas melalui pelatihan dan pembinaan rutin. Setiap pagi kami awali kegiatan dengan doa dan pengajian bersama sebagai bentuk pembinaan moral agar pelayanan diberikan dengan hati,” ujarnya.
Selain pembinaan, pengawasan lapangan juga akan diperketat agar tidak ada lagi pasien atau keluarga yang harus melakukan hal-hal di luar tugas mereka.
“Kami menemukan ada kasus keluarga pasien mendorong tempat tidur pasien sendiri. Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Kami akan turun langsung memastikan pelayanan berjalan maksimal,” tegas dr. Lismawati. (rel/salih)




















































