JAKARTA, spiritsumbar.com – Industri pasar modal tanah air dikejutkan dengan pengumuman strategis terkait perubahan strukur kepemimpinan di otoritas bursa. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan bahwa Direktur Utama Perseroan, Iman Rachman, telah menyatakan pengunduran diri dari jabatannya pada hari ini, Jumat (30/1/2026).
Kabar pengunduran diri tersebut dikonfirmasi melalui keterbukaan informasi dan siaran pers resmi perusahaan dengan nomor PR No: 008/BEI.SPR/01-2026. Langkah besar ini disebut sebagai bentuk nyata dari tanggung jawab profesional sang Direktur Utama terhadap dinamika dan perkembangan kondisi pasar modal domestik yang menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa Manajemen BEI menghormati keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengunduran diri ini akan ditindaklanjuti secara prosedural, mengacu pada dokumen tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) serta ketentuan regulasi yang berlaku di lingkungan pasar modal Indonesia.
“Fokus utama Bursa Efek Indonesia saat ini adalah memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran layanan bagi seluruh anggota bursa, emiten, hingga investor ritel agar tetap mendapatkan lingkungan perdagangan yang kondusif dan stabil,” ungkap pernyataan resmi manajemen.
Menanggapi perubahan mendadak di jajaran direksi, pihak bursa memberikan jaminan bahwa stabilitas pasar tetap menjadi prioritas tertinggi. Meskipun terjadi transisi kepemimpinan di tingkat pucuk, seluruh sistem perdagangan dan pengawasan di lantai bursa dipastikan beroperasi secara normal tanpa gangguan. Para investor pun dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar, serta disarankan untuk selalu merujuk pada data dan informasi resmi yang dirilis oleh bursa.
Mengenai sosok yang akan mengisi posisi pimpinan selanjutnya, BEI menjelaskan bahwa penunjukan pejabat baru atau pelaksana tugas (Plt) akan mengikuti mekanisme organisasi yang telah diatur secara ketat. Proses penentuan sosok definitif nantinya akan diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan aturan main yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah transisi kepemimpinan ini dipandang sebagai momentum bagi organisasi untuk melakukan penyegaran serta memperkuat strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik di masa depan. Manajemen BEI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi, integritas, dan kredibilitas demi menjaga kepercayaan publik terhadap ekosistem pasar modal Indonesia sebagai pilar penting ekonomi nasional.(*)
Sumber: Siaran Pers PT Bursa Efek Indonesia No. PR No: 008/BEI.SPR/01-2026.


















































