Putus Rantai Covid-19, dr Andani: Peran Masyarakat Sangat Penting

oleh

Andani mengatakan saat awal paparannya bahwa dia tidak siapa-siapa kalau tidak ada banyak pihak yang terlibat.

“Seperti BNPB itu perhatiannya ke laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand sangat luar biasa. Kebutuhan regent Sumbar hampir 85 persen dari BNPB, sehingga itu Sumbar berani targetkan 300 ribu pemeriksaan swab dengan target 4000 sampai 4000 specimen swab per hari,”ujar Andani.

Mengapa Sumbar ngotot harus banyak periksa sample swab karena kata Andani Eka Putra kasus positif Sumbar itu 90-95 persen orang tanpa gejala.

“Tracing dan testing dilakukan karena protokol kesehatan penerapannya di masyarakat tidak maksimal. Padahal 90-95 persen kasus positif dari silent spreader yang masih berintegrasi dengan banyak orang di Sumbar,” ujarnya.

Lalu WHO bilang penanganan covid-19 jelek, itu jangan diartikan Indonesia tidak mampu.

“Karena saat 100 ribu kasus positif terakumulasi di Indonesia awal Agustus lalu itu menyebabkan WHO merilis anggapanya, karena, kok lama kok lama sekali. Padahal di Brazil 100 ribu poisitif itu dicapai dalam lima hari, Indonesia berbulan-bulan, jadi kaget dalam negeri dengan dunia berbeda,”ujar Andani.

Menarik dibaca