Tujuan dialakukan penataran P4 adalah, anak-anak kita yang akan mewarisi tongkat estafet sebagai pemimpin-pemimpin dinegara kita ini adalah generasi penerus bangsa, harus mengerti dan tau tentang Garis Besar Haluan Negara .RI, UUD.1945 dan makna dari Pancasila. Kalau anak-anak kita sudah terpatri dengan memiliki fondament yang kuat, Insya Allah tak akan terpengaruh dan tergoyahkan tegar terkikis dengan faham-faham radiukalisme. Anak-anak kita yang masih remaja sangat rentan pengaruh-pengaruh yang yang bisa bikin limbung bahkan kadang kala tanpa disadari nantinya akan merugikan dirinya sendiri mempunyai masa depan yang menyuramkan. Para predator radikalisme itu memang piawai mitamorfosenya dan sudah terlatih mencari siapa yang bakal jadi mangsa dijadikan anggota kelompoknya, sampai-sampai dicuci otaknya dan di bai’at.
Dengan senyum kemenangan para predator radikalisme/terorisme sesuai rencana sudah menyiapkan titik sasaran operasi mereka, anak-anak diusia muda yang sudah dibai’at, selalu diyakinkan, apabila menjalankan misinya, nanti matinya adalah mati Sahid. Padahal tanpa disadari bukan mati sahid tetapi mati konyol!. Dengan adanya dikembalikan lagi pembelajaran P4 disekolah, insyaalloh, kekuatan dari jiwa dan hati nurani anak-anak cikal bakal penerus bangsa ini, ruh mencintai Indonesia tak akan mempan dari apapun trik-trik manuver-manuver predator radikalisme yang dugaannya masih juga terselubung bergentayangan.
Artikel Ini Juga Dapat Dibaca di
Tabloid The Public Edisi 18
06 – 12 Juni 2017
Editor : Saribulih























































