Posong, Potret Dusun Sukses Berkat YouTube

oleh

Dia mengisahkan, lantaran tak memiliki modal yang cukup, ia hanya memanfaatkan telepon seluler Andorid-nya untuk merekam video, mengedit dan mengunggah ke akun Youtube.
“Baru pada tahun 2018 jerih payahnya membuahkan hasil. Ia langsung mendapatkan bayaran Rp 45 juta dari YouTube. Angka itu terus berkembang, seiring berjalannya waktu. Setelah berjalan sekitar 2 tahun, baru dapat dilihat. Sekarang sekitar Rp 250 juta tiap bulannya,” ujarnya.

Karena pekerjaan barunya itu memang jarang dilihat orang, Imam terus terang mengaku sempat jadi sasaran fitnah tetangga. Betapa tidak, ia yang dulunya tergolong berekonomi pas-pasan, mendadak bisa merenovasi rumah, membeli kendaraan, bahkan dapat melunasi utang-utangnya.

Namun seiring bergulirnya waktu, tanggapan orang di desanya sudah berbeda. Jika dulunya diduga melakukan hal yang tidak benar, kini mereka justru ingin tahu bagaimana menghasilkan uang dari Youtube.

“Youtube ini memang cukup fenomenal. Jika dikelola dengan baik, menghasilkan rupiah. Tapi kalau salah pengelolaannya, dapat berdampak hukum, kendati juga menghasilkan uang. Jadi, terpulang ke kitanya juga. Mau memilih yang mana,” pungkas Imam Januar.

Menarik dibaca