Posong, Potret Dusun Sukses Berkat YouTube

oleh

“Jika biasanya setamat STLA para pemuda di kampung tersebut banyak yang menganggur atau mengadu nasib ke daerah lain, kini mereka lebih berdaya dengan lebih banyak tinggal di rumahnya mengelola kanal Youtube. Bahkan terbilang berlebih, jika dibanding pekerjaan formal di sektor lain. Karena mereka saat ini dapat meraup pundi-pundi jutaan hingga puluhan juta rupiah per bulan,” ujarnya.

Pemuda lulusan SMA Negeri 1 Tapen ini mengaku, setelah beberapa kurun berselancar di dunia maya tersebut, ia menemukan alternatif untuk mendapatkan penghasilan dari internet yang tanpa modal, yakni mengisi konten Youtube.

“Dulu saya kerja di toko selama 13 tahun. Karena jenuh, saya lalu iseng-iseng berselancar di internet. Lalu, saya mulai mencoba membuat kanal di Youtube. Lantas mulai mengisi konten-konten. Waktu itu, akhir tahun 2017. Selama empat bulan itu masih belum menghasilkan apa-apa,” kata ayah satu anak ini.

Berbagai suka duka dirasakan Imam saat menjadi Youtuber. Dia dicap negatif karena dianggap mendapatkan uang dianggap secara instan. Bahkan, ketika masih bekerja di toko baju, dia juga dituduh korupsi dari tempat kerjanya. Akhirnya, dia berhenti pada tahun 2019 dan memilih fokus di Youtube.

Menarik dibaca