Artikel Lainnya
Apa memang begitu? Ketika salah seorang wartawan mengumpan balik, multiplier effect seperti apa yang akan didapat sementara sang riders, kru dan official diinapkan di hotel berkelas, bukan homestay milik penduduk, di Kubu Gadang, misalnya. Makan minum sampai souvenir juga disediakan secara cuma-cuma.
Soal promosi wisata, kapan si bule akan mengenal Kubu Gadang yang selalu digadang-gadang sebagai destinasi wisata digital. Sementara rute loop TdS dikota kecil 23 Km2 ini, tidak menyentuh desa Kubu Gadang sama sekali. Kapan mereka merasakan aneka jajanan rakyat kalau tidak “dilepaskan “ di pasar atau di pusat kuliner?
Medi Rosdian Plt Kadis Pariwisata Kota Padang Panjang juga tidak menutup mata akan hal ini. Sebab kita di daerah tidak bisa berbuat banyak. Skedulnya sudah diatur oleh panitia pusat. Bagi kita sekarang, sukses TdS akan melambungkan nama kota ini ke dunia internasional, bahwa Padang Panjang, Ranah Minang dan Indonesia secara umum, itu aman untuk dikunjungi.























































