Meski begitu, stok LPG di lembaga penyalur masih tercatat 793.570 MT dan terus dipantau untuk menjaga ketersediaannya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa seluruh tim operasional bergerak melakukan penyesuaian suplai untuk mengantisipasi potensi keterlambatan pengiriman.
Dalam situasi ini, Pertamina terus melakukan pemetaan kendala akses dan mengoptimalkan pengalihan suplai dari wilayah yang tidak terdampak, sehingga distribusi energi dapat tetap berlangsung meski jalur transportasi mengalami gangguan.
Fahrougi menambahkan bahwa pemantauan dilakukan secara berlapis untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan energi yang memadai. Pertamina juga melakukan koordinasi intensif dengan BPBD, Polda Sumbar, serta pemerintah daerah agar segala hambatan distribusi dapat ditangani bersama.
Melalui program Pertamina Peduli, Pertamina turut menyiagakan dukungan energi untuk mendukung operasional dapur umum dan kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana.

















































