Pertamina Kerjasama Dengan Nagari, Dalam Layanan Satu Desa Satu Pangkalan

oleh

“Kami sampaikan, penambahan pangkalan tidak berarti alokasi kuotanya juga bertambah. Karena kuota kan sudah ditetapkan pemerintah, tidak berubah,” tutur Nurhidayanto.

Dia mencontohkan, sebelum adanya program ini, di Kota Solok terdapat 47 pangkalan dengan rata-rata alokasi 977 tabung per pangkalan. Setelah adanya program ini, jumlah pangkalan di Kota Solok menjadi 59 pangkalan dengan rata-rata alokasi jadi 778 tabung per pangkalan.

Untuk 2020, sisa kuota elpiji 3kg hingga akhir tahun adalah sebanyak lebih dari 6,5 juta tabung. Sisa tabung ini harus dijaga agar mencukupi hingga akhir tahun.

Berdasarkan catatan Pertamina, sepanjang Juli hingga September 2020 penyaluran elpiji 3 kg subsidi di Sumbar sudah mencapai lebih dari 9,5 juta tabung. Sementara elpiji non subsidi seperti Bright Gas, sebanyak lebih dari satu juta tabung.

Untuk menghindari tabung elpiji bersubsidi dijual kembali oleh pengecer, Pertamina menetapkan satu kepala keluarga hanya boleh membeli satu tabung elpiji bersubsidi. (rel)

Menarik dibaca