Kedua, siswa belum menyadari bahwa perpustakaan merupakan sumber belajar. Sumber belajar diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi siswa untuk melakukan proses perubahan perilaku.
Mereka hanya tahu bahwa gurulah satu-satunya sumber belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Mereka hanya terbiasa menerima pelajaran/ceramah dari guru.
Mereka belum mengali ilmu dari sumber belajar selain guru. Padahal mereka bisa belajar mandiri di perpustakaan dengan membaca berbagai macam referensi buku.
Kondisi seperti ini haruslah cepat disikapi guru. Guru bisa memberi siswa tugas membaca berbagai jenis buku tentang satu materi yang diajarkan. Otomatis, siswa akan berbondong-bondong mencari buku bahkan membaca buku-buku tersebut di pustaka.
Kekhawatiran akan sepinya pustaka akan terpecahkan. Pustaka setiap harinya akan dipenuhi oleh siswa. Siswa akan termotivasi untuk berkunjung ke perpustakaan. Ini juga berdampak terhadap peningkatan proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Dengan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar berarti akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan atau hasil belajar.























































