Perjuangan Panjang Arfan Menuju Timnas Indonesia

oleh

Arfan bercerita, tidak mudah bagi dirinya masuk sepak bola karena alasan ekonomi. Menurut Arfan, orang tuanya harus bekerja keras untuk memasukkannya ke SSB. “Waktu itu saya bilang ke bapak, ‘Saya mau serius main bola, pak.’ Tapi saya terus tanya apakah ada uangnya atau tidak pada beliau. Bapak bilang, ‘Sabar dulu’,” tutur Arfan menceritakan kisahnya.

“Sambil berlatih sendiri, saya sabar menunggu kabar dari bapak. Lumayan lama, sampai berminggu-minggu,” tambahnya.

Tak kunjung mendapat kabar, Arfan tak kuat menahan dan menangis. “Saya sampai menangis karena mau masuk SSB. Melihat saya, bapak mungkin kasihan, lalu pinjam uang dan akhirnya saya bisa masuk SSB,” ungkapnya.

Begitu mendapatkan kesempatan emas tersebut, plus kesadaran Arfan mengenai perjuangan orang tua yang telah mendaftarkannya ke SSB, Arfan tak berpikir sama sekali untuk menyia-nyiakan waktunya di SSB.

“Saya nggak mau apa yang sudah dilakukan oleh orang tua tidak sia-sia, makanya saya senang nambah porsi latihan,” terang pemain berusia 20 tahun tersebut.

Menarik dibaca