Perilaku LGBT Harus Angkat Kaki dari Sumbar

oleh

“Indeks Demokrasi kita rendah, padahal keberagaman beragama kita bagus, tidak ada yang dihambat kalau mau melaksanakan ibadah agamanya. Lalu di mana letak tidak demokratisnya? Ternyata pernyataan saya di media-media tentang LGBT. Pernyataan saya itu dianggap melanggar prinsip demokrasi di mana saya berarti membatasi hak asasi orang lain,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya tersebut, Nasrul Abit menegaskan agar komunitas LGBT atau individu yang orientasi seksualnya terkategori sebagai perilaku LGBT, jika tidak mau direhabilitasi, untuk segera angkat kaki dari Sumatera Barat.

Pernyataan kerasnya ini, kata Nasrul Abit, tidak lain didasarkan pada ajaran agama Islam yang menggariskan bahwa hubungan sejenis bukan fitrah manusia. Dengan hal seperti itu, perilaku demikian serta-merta tak sejalan dengan adat Minangkabau yang adatnya bersendi pada hukum yang didasarkan pada al-Quran. Di samping bertentangan dengan dogma dan norma sebagaimana yang ia jabarkan, Nasrul Abit juga mengungkapkan bahwa perilaku dan gaya hidup pelaku hubungan sesama jenis rentan dengan penularan penyakit seksual khususnya HIV/AIDS.

Menarik dibaca