Dinamika penggunaan metode tersebut tidak maksimal karena disebabkan oleh faktor kelengkapan fasilitas. Dalam pembelajaran daring, fasilitas yang paling utama adalah jaringan telekomunikasi yang baik dan harus ditunjang dengan biaya data yang terjangkau. Sementara tidak semua peserta didik berada pada level ekonomi yang mampu mencukupi tuntutan biaya penggunaan aplikasi tersebut.
Demikian juga dalam hal penilaian, selama masa pandemi sistem evaluasi pembelajaran seperti penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir tahun menjelang kenaikan kelas dirasakan kurang maksimal karena beberapa alasan di antaranya peserta didik disemua jenjang pendidikan sekolah mengisi soal ujian secara daring tanpa pengawasan guru secara ketat.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Covid-19 telah memberikan dampak terhadap paradigma pengukuran hasil pembelajaran di setiap jenjang pendidikan sekolah. Konsekuensi logis di tengah krisis ini ialah dilakukannya penyesuaian yang jika dianalisis dirasakan kurang efektif dalam menentukan standar kenaikan kelas maupun kelulusan sekolah peserta didik karena mengandalkan nilai yang telah dicapai peserta didik sebelumnya.
























































