“Melalui data yang kami peroleh, jumlah UMKM yang tersebar di daerah Kabupaten Solok berjumlah lebih kurang 3000 UMKM, namun yang dapat hadir pada hari ini sekitar 40 UMKM saja,” kata Eva Nasri.
Diungkapkannya, salah satu yang menjadi permasalahan atau kendala di dalam pengelolaan produk UMKM ini adalah pemasaranya. Kondisi ini diperparah dengan adanya wabah Covid-19 yang melanda daerah kita sejak 5 (lima) bulan yang lalu. Semua ini membuat UMKM kita tidak bergerak dan terkena dampak yang cukup serius.
Untuk mengatasi masalah pemasaran itu, Pemerintah Kabupaten Solok berupaya untuk menambah link pemasaran produk UMKM. Pemkab Solok sudah melakukan kerja sama dengan aplikasi Bukalapak dalam hal untuk pemasaran produk-produk UMKM, namun jumlahnya dibatasi oleh pihak penyedia aplikasi Bukalapak, hanya diperbolehkan 5 (lima) produk saja untuk saat ini.(L 10 NY)
























































