Gunanya untuk membiayai kebutuhan operasional kampus. Maka dari itu kualitas harus lebih dulu diperlihatkan, termasuk cara mengajar dosen yang sesuai dengan perkembangan zaman. Terutama lagi penerapan moral baik, etika dan akhlak berbudi. Selain itu, Supardi juga mengatakan amat mengapresiasi ilmu terkait gigi di depan para mahasiswa kedokteran gigi tersebut.
“Hanya dengan meneliti satu gigi saja maka akan diketahui jenis kelamin, umur dan berbagai hal lainnya. Gigi adalah identitas seseorang bahkan jauh setelah ia meninggal dunia, bukan wajah, rambut, kaki, tangan atau lainnya,” paparnya lagi.
Supardi juga mengatakan bahwa mahasiswa kedokteran gigi bukan hanya perlu serius belajar tentang ilmu gigi, anatomi atau cara pengobatan saja. Namun perlu pula belajar tentang budaya.
“Di Minang zaman dulu, banyak budaya atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat dalam perawatan gigi. Ini menarik dipelajari,” katanya.
Supardi menceritakan tentang adanya penelitian tengkorak di Nagari Mahek. Ditemukan betapa rata gigi tengkorak tersebut, kondisinya ada 7 tengkorak dan strukturnya sama, rata, rapi dan tak ada yang bengkok atau runcing.























































