“Kita berharap gerakan ini menjadi supporting moral kepada kepala-kepala daerah pemegang saham, dan DPRD Sumbar, agar bisa melihat secara jernih persoalan konversi Bank Nagari ini,” ujar mantan Walikota Solok dan Bupati Solok ini.
Kemudian pihaknya, kata Marlis lagi, telah memformulasikan aspirasi mengenai penolakan konversi Bank Nagari, baik secara akademis, teknis, dan aspek sosial juga. Dimana aspirasi ini akan diserahkan ke DPRD Sumbar, gubernur dan bupati / walikota yang merupakan pemegang saham di Bank Nagari.
Selain Marlis, Suharizal dan Syamsu Rahim, tokoh-tokoh masyarakat Sumbar yang bergabung dengan KMP-Bank Nagari di antaranya S Budi Syukur, Fauzi Bahar, Farhaan Abdullah, Bachtul, Ardyan, Awaluddin Awe, Hasnul, Isa Kurniawan, Eka Kurniawan dan banyak lainnya.. Rel)























































