Menurutnya, jika PAN masih ingin tetap besar, mestinya tetap merekatkan diri dengan Muhammadiyah. Dia tidak menapik dari lima nama yang muncul sebagai formatur, 2 diantaranya adalah kader terbaik Muhammadiyah. Tapi dia menyarankan, Ketua PAN Sumbar ke depan itu tidak hanya kader Muhammadiyah, tapi juga telah mengakar di PAN dan diterima oleh semua kalangan. “Walau ada 2 kader Muhammadiyah yang ditetapkan sebagai formatur, namun salah satunya betul-betul telah mengakar. Karena mengawali karier politiknya dari PAN, yakni, sebagai underbow PAN, baik di level propinsi maupun pusat. Apalagi, dia tokoh muda yang sudah malang melintang di propinsi sebagai Anggota DPRD Sumbar maupun pusat sebagai Anggota DPR RI,” ujarnya tanpa mau menyebutkan nama orangnya.
Nurman Agus juga mengaku salut pada kader PAN satu ini, lantaran mampu menggelar kongres I BM PAN di Bukittinggi tahun 2000. Termasuk, saat menjadi Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sumbar, dengan berbagai gebrakannya. “Dia itu telah mengakar, baik di Muhammadiyah maupun PAN Sumbar,” ujarnya.























































