Padang, SPIRITSUMBAR.COM – Indra (56) salah seorang Ninik mamak di Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang harus berhadapan dengan aparat penegak, lantaran adanya video di Media Sosial.
Dalam video yang telah menjadi bola liar itu, Indra dituding memaksa operator alat berat (Alber) untuk memuat pasir pada truk di tempat tinggalnya pada daerah bencana .
Indra mengaku menjadi korban hujatan paling brutal. Ia dimaki, dituding, bahkan disebut sebagai dalang penjarahan pasir sungai.
Padahal, menurut pengakuannya, inisiatif pengambilan pasir murni demi kepentingan warga terdampak.
“Benar, itu inisiatif saya. Ada warga yang minta pasir untuk menimbun jalan dan halaman rumah mereka yang habis dibawa banjir. Bukan untuk diperjualbelikan,” ujar Indra.
Sebagai tokoh adat dan Ninik Mamak setempat, Indra mengaku hanya menjalankan tanggung jawab sosialnya.
Diakuinya, Ia berkomunikasi dengan operator dan memastikan izin telah diketahui pihak terkait. Namun di saat itulah, ia direkam secara diam-diam dan diberi narasi menyesatkan oleh oknum yang juga merupakan warga sekitar.


















































