“Kami di sini ada lima KK, semuanya korban banjir dan mengungsi di surau. Tapi justru kami diperlakukan seperti penjahat. Bahkan saya sampai dijemput polisi karena video itu,” tuturnya lirih.
Pernyataan disampaikan operator alat berat Misriadi (50). Dia mengaku telah sejak awal ditugaskan untuk membantu penanganan pasca-bencana.
Misriadi menegaskan tidak ada Indra melakukan pengancaman pada dirinya. Dengan suara tegas namun penuh kelelahan, ia membantah keras tudingan dalam video viral tersebut.
“Itu fitnah. Tidak pernah ada ancaman kepada saya. Pasir yang dimuat ke truk itu untuk ditimbunkan ke jalan dan halaman rumah warga yang rusak akibat banjir.” jelas Misriadi, Jumat (09/01/2026).
Misriadi menambahkan, penggunaan alat berat pun tidak bisa sembarangan dan harus melalui izin dinas terkait.
“Kalau memang diperlukan, kami lapor dulu pada Dinas yang menyediakan alat ini. Tidak ada jual beli pasir seperti yang dituduhkan,” tegasnya.
Terkait video viral yang berujung pengamanan Ninik mamak oleh aparat kepolisian menambah derita panjang para korban.























































