PAD-APBD 2024 Kota Padang Panjang Masuk Fiskal Sedang

oleh

Padang Panjang, Spiritsumbar – Pendapatan APBD 2024 Kota Padang Panjang diproyeksikan sebesar Rp 510,9 milyar, belanja Rp 524,9 milyar, defisit anggaran ditutup dengan Silpa 2023. Rencana pembangunan antara lain pencegahan banjir di Jalan Sudirman dan pengadaan mesin pemusnah sampah.

Proyeksi pendapatan Rp 510,9 milyar itu, seperti terlihat di Rancangan KUA & PPAS – APBD (Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2024 yang diajukan oleh Walikota Fadly Amran kepada DPRD, pekan lalu, sebagian besar dari subsidi pemerintah pusat.

Sumber terbesar proyeksi penerimaan APBD 2024 Kota Padang Panjang dari subsidi pemerintah pusat itu adalah dari dana transfer Rp 406,7 milyar. Berikut, dari pendapatan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 3,2 milyar. Sementara yang dari dana alokasi khusus belum diproyeksikan, masih menunggu informasi dari pusat.

Terkait proyeksi kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp 100,9 milyar, terlihat jadi sumber terbesar kedua dalam penerimaan APBD 2024 Kota Padang Panjang. Proyeksi kontribusi PAD 20 % atas APBD 2024 itu juga menunjukan PAD kota ini sudah masuk di posisi fiskal sedang, yakni kontribusi PAD 16-30 % atas APBD.

Di bagian belanja yang direncanakan sebesar Rp 524,9 milyar itu, antaralain belanja operasi Rp 481,5 milyar, belanja modal Rp 41,3 miyar dan belanja tidak terduga Rp 2 milyar.

Menarik dibaca