SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina melalui fraksinya FPKS, mengusulkan agar di tahun 2022 anggaran untuk digitalisasi UMKM berbasis data tunggal dapat berjalan Efektif.
Basis data tunggal ini akan mampu membangun interkoneksi yang berkesinambungan antara UMKM dengan BUMN, Swasta dan Pasar. Untuk tahun 2022 Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan anggaran Rp 600 miliar untuk penyusunan basis data tunggal
Nevi mengatakan, saat ini masih ada kesulitan pada penentuan jumlah pengusaha yang terkelompok berdasarkan jenis usahanya yang berada pada lokasi yang sama. Padahal jumlah UMKM per tahun 2020 berdasar data BPS sudah terekap sejumlah 64 juta usaha.
Meskipun angka jumlah UMKM telah terekap, ketika hendak mengelompokkan data para pelaku UMKM memerlukan waktu yang sangat lama. Sehingga basis data tunggal ini sangat urgen untuk di bentuk untuk memudahkan pemerintah dalam melakukan perencanaan program dan memberikan bimbangan dan pelatihan serta pembinaan untuk pelaku UMKM.























































