Istri mantan Gubernur Sumbar dua periode, 2010-2021, ini menekankan, bahwa dampak lain dari pandemi ini adalah mendorong shifting pola konsumsi barang dan jasa dari offline ke online, dengan adanya kenaikan trafik internet berkisar 15-20%. Hal ini menjadi momentum untuk mengakselerasi transformasi digital. Potensi digital ekonomi Indonesia juga masih terbuka lebar dengan jumlah populasi terbesar ke-4 di dunia dan penetrasi internet yang telah menjangkau 196,7 juta orang.
“sebagai Anggota Legislatif Fraksi PKS, tentu sudah menjadi kewajiban saya untuk mengawasi jalannya pemerintahan dengan berbagai program-program ekonomi dalam penanganan pandemi, khususnya pada UMKM. Begitu juga dengan para pelaku UMKM, semangat untuk menjaga eksistensi harus terus dikobarkan. Tidak pasrah menerima keadaan dan uluran tangan, namun cepat berdaptasi dengan perubahan yang eksponensial seperti yang kita rasakan sekarang ini. Sehingga dengan terbangunnya sinergitas antara pemerintah dengan pelaku ekonomi di seluruh tingkatannya, akan membuat ekonomi bangsa kita, khususnya ekonomi sumbar akan bangkit dan terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat”, pungkas Nevi Zuairina.























































