Politisi PKS ini memaklumi bila Kementerian Investasi meminta tambahan anggaran sebesar Rp 608,5 miliar untuk pagu anggaran rancangan APBN 2022. Meski sebelumnya, Kementerian Keuangan menetapkan pagu indikatif BKPM sebesar Rp 711,5 miliar untuk tahun 2022.
Namun Nevi mengatakan, terlepas dari upaya untuk mencapai target realisasi investasi sebesar Rp 1.200 triliun tahun depan. Ia berharap masih ada peningkatan-peningkatan yang drastis.
Melihat begitu besar potensi negara ini yang masih dapat di eksplore untuk menjadi produsen berbagai produk atau fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dunia.
“Kalau dibilang kurang ya kurang realisasi investasi sebesar Rp214,7 triliun pada triwulan IV (Oktober – Desember) Tahun 2020, meskipun naik 3,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 lalu, ” ujarnya.
Tapi yang paling penting adalah, jangan sampai banyak berita munculnya tenaga asing yang datang ribuan ke negara tercinta ini. Dimana penduduk aslinya masih banyak yang jadi pengangguran.























































