Nevi Zuairina Minta Pelaksanaan Investasi Harus Sejalan Dengan Pengembangan UMKM

oleh

Politisi PKS ini mencatat BKPM merealisasikan investasi melebihi target pada 2020 sebesar Rp 826,3 triliun, dan lebih besar dari realisasi 2019. Investasi sepanjang tahun 2020 ditopang oleh penanaman modal dalam negeri sebesar 50,1 persen atau naik 7 persen secara year on year (yoy), menjadi sejarah baru. Karena dalam lima tahun terakhir investasi selalu ditopang oleh modal asing atau foreign direct investment (FDI).

Namun ia menduga, bahwa asing lebih enggan berinvestasi karena pandemi dan lebih menahan sumberdayanya menunggu pandemi usai.

“Dari sini kita dapat melihat bahwa potensi sumberdaya dalam negeri mampu mengalahkan asing dalam persoalan investasi. Ini berarti, selama ini potensi dalam negeri belum tergali optimal dan masih akan ada potensi-potensi lain yang sesungguhnya dalam negeri mampu untuk lebih berdaya dibandingkan sumber daya asing,” urai Nevi.

Legislator asal Sumatera Barat II ini memberi apresiasi kepada BKPM yang telah dicapaian BKPM yang lebih besar dari tahun sebelumnya. Namun ia menyarankan agar UMKM dapat diberikan porsi yang lebih dari sebelumnya. Pelaksanaan investasi harus sejalan dengan upaya pengembangan UMKM, mengingat UMKM merupakan kekuatan ekonomi rakyat dan menjadi kontributor sebesar 61,1% bagi PDB nasional di tahun 2018.

Menarik dibaca