Lelaki yang suka musik dan organisasi ini menambahkan, bahwa sebagai pemangku kebijakan di tingkat kecamatan, dirinya tidak ingin amanah yang diemban dihiasi oleh panggung sandiwara. “Sekali lagi saya tegaskan, jika ketahuan maka saya yang akan membatalkan hasilnya. Walau itu, hanya berasal dari kelurahan lain di Lubuak Bagalung,” tegasnya.
Belajar dari MTQ sebelumnya, ditemukan salah satu kelurahan menggunakan jasa qoriah dan qoriah yang berasal dari kecamatan lain. Pada akhirnya, juara mereka dicabut. Akhirnya, kelurahan yang sudah bersinar dari kafilah impor itu, hanya bisa gigit jari. Lantaran, prestasi bersinar itu dirampas oleh tindakan tak terpuji. (Salih)
Selanjutnya >>>>























































