“Dan kami akan bekerja total selama periode seleksi,” kata Joni Effendi, yang diamini Sekretaris Tim Scouters, Alex Aldha Yudhi.
Menurut Tria ‘Ola’ Suprajeni, seleksi pemain yang diproyeksikan untuk materi “Sumbar Dream Team” ke PON XX tahun 2020 di Papua ini tidak hanya melulu bicara soal sisi teknis. “Kami juga akan melakukan Psycho Test IQ,” kata Ola.
Psycho Test ini lebih dikhususkan untuk pemain yang lolos penyaringan hari pertama. “Jumlahnya antara 25 hingga 40 orang,” kata Ola pula. Psycho Test ini akan dilakukan tim dari Universitas Negeri Padang (UNP) yang antara lain meliputi kestabilan emosi (tidak panic dalam tekanan), daya analisa (visi bermain) plus leadership.
“Dengan psycho test kita berharap materi pemain yang terpilih lewat seleksi fase pertama ini benar-benar mumpuni luar dalam, lahir dan bathin. Bukankah sepakbola sekarang ini benar-benar sudah industrialis?,” kata Ola.
Komitmen Spartan Enterprise dalam melahirkan tim impian Sumbar menuju PON Papua XX tahun 2020 sejauh ini memang terjaga dengan baik. Meski di sisi lain peran aktif dan kontribusi dari berbagai pihak juga dimintakan, terutama dari pihak-pihak terkait.























































