Tari Kecak adalah salah satu seni tari yang tumbuh-berkembang di tengah masyarakat Pulau Bali. Belakangan, tari Kecak juga eksis di TMII Jakarta lewat sanggar di Anjungan Bali. Bahkan, rata-rata tampil dua kali sebulan. Penari, pemain drama dan pemusiknya sebagian dari Bali, sebagian lain dari Jakarta dan daerah lain. Ini bagian dari upaya membesarkan kekayaan seni budaya bangsa Indonesia, ungkap Gong Panji, sang pelatih alumni ISI Denpasar Bali ini.

Dari pemantauan Spiritsumbar, pertunjukan/kegiatan seni budaya di TMII Jakarta pada Senin (9/6) digelar di tiga tempat.
- Di Amphitheater Panggung Badaya, sebuah ruang pertunjukan terbuka (outdoor) di tepi sebelah timur Danau ArchipelagoTMII. Area pertunjukan ini didesain menarik; tebing bukit di bagian tepi timur danau TMII itu dibuat jadi tribune setengah lingkaran yang menghadap ke arah danau. Dari trubune itulah penonton duduk menikmati pertunjukan, di samping menikmati pemandangan Danau TMII dan sekitarnya.
- Pertunjukan drama/teater rakyat lewat atraksi dancing fountain (air mancur menari) Tirta Cerita, di Plaza Promenade, bagian pinggir utara dari danau TMII. Atraksi air di lokasi ini bukan lagi sekedar atraksi air yang monoton, seperti atraksi air kebanyakan selama ini. Tapi dengan ditunjang oleh kolaborasi tehnology penyemprotan air dengan teknologi lighting dan soundsystem serta drone, pengunjung bisa menikmati suguhan seni tari, drama, teater dan lainnya. Dulu, di Asia Tenggara tampilan drama dan teatre lewat air mancur bisa dinikmati di Sentosa Island, Singapore.
























































