Ke depan masyarakat siap mengawasi keuangan perusahaan tersebut agar PDAM memiliki keuntungan Rp2 miliar per tahun, karena selama ini perusahaan itu mengalami kerugian terus setiap tahun. “Sering kita dengar PDAM mengalami kerugian ratusan juta setiap tahun. Padahal air yang di jual itu bukan di masak akan tetapi hanya menyalurkan air yang sudah ada Silasung Lubuk Sao,” ujarnya.
Lebih detail Mulyadi menambahkan bahwa kita berharap untuk lima tahun terakhir PDAM Tirta Antokan Agam ini harus di audit BPK, dan kapan perlu KPK. Agar kita masyarakat tidak curiga PDAM Tirta Agam merugi terus. Kalau PDAM ini tidak mampu kita siap mengelola dengan keuntungan 2 Milyar pertahun ujar Mul.
Terkait masalah ini (Pjs) Direktur PDAM Tirta Antokan Agam, Endri Nelson yang di hubunggi wartawan melalui ponselnya Rabu,14/9/16 dia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendekatan kepada masyarakat, agar penyaluran air ke pada masyarakat tidak terputus, karena kita tidak mempunyai sumber air alternatif. Ada sekitar 8000 lebih pelangan dan masyarakat yang memakai air PDAM. Untuk itu kita akan bicarakan dan bahas nanti masalah ini dengan masyarakat yang bersangkutan , agar air tetap mengalir kerumah masyarakat katanya.
























































