Kalau gaya kepemimpinan seperti ini masih diterapkan di sebuah sekolah, betapapun ahli dan pintarnya seorang kepala sekolah tersebut, niscaya dia tidak akan mampu melaksanakan dengan baik. Karena suatu pekerjaan akan terlaksana secara maksimal bila dikerjakan sesuai dengan tupoksi stakeholder yang ada di sekolah. Jangan sampai tugas jaga sekolah seperti membeli sapu, dikerjakan juga oleh kepala sekolah, tetapi membersihkan lingkungan sekolah bersama-sama dengan jaga sekolah, baru itu oke.
Kepala sekolah harus bisa dan mampu mebaca situasi dan kondisi yang ada, jauh ego, karena stakeholder yang ada di sekolah mempunyai keberagaman. Jangan minta mereka yang harus menyesuaikan diri dengan kepala sekolah, tetapi kepala sekolah yang harus bisa menyesuaikan dengan keadaan yang ada.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak bententangan dengan kebijakan pemerintah. Tidak ada salahnya, kepala sekolah menciptakan kenyaman dan ketenangan di sekolah yang dipimpinnya. Karena dari sana akan lahir sikap kekeluargaan, saling melengkapi satu sama lain dalam arti positif. Sehingga visi dan misi sekolah yang di buat dapat dicapai secara bersama-sama, karena dari ketenangan dan kenyamanan di sekolah akan ada energy baru dari seluruh stakeholder untuk melaksanakan tugas secara benar dan konsekuen.



















































