Pelaksanaan kegiatan PKM ini merupakan implementasi dari PKM-PE tahun sebelumnya yang juga lulus didanai oleh Kemenristekdikti.
Beranjak dari penelitian tersebut kami dari TIM PKM-M menerapkan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan supaya limbah cair yang bersifat B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) bisa dikelola sehingga terhindar dari pencemaran lingkungan. Sehingga sekolah yang sudah menerapkan ini sekalian bisa mencanangkan Green Chemistry. Olahan limbah ini diubah menjadi paving block, patung wisuda dan batako.
Salah seorang guru kimia SMA Negeri 2 Pariaman, Elkyami, M.Pd. mengaku saat ini belum ada teknik pengolahan limbah cair ini dilakukan.
Saat ini SMAN Negeri 2 Pariman sudah bisah memanfaatkan limbah cair laboratorium sekolahnya menjadi barang yang bernilai ekonomis.
Pengolahan limbah cair berbahaya tersebut dilakukan dengan menetralkan sifat limbah dengan menggunakan zat kapur (CaCo3). Setelah limbah tersebut bersifat netral, lalu ditambahkan semen sebagai bahan pemadatnya.kemudian dimasukan kedalam cetakan produk olahan limbah.























































