Tidak hanya dikenal sebagai penulis buku, mantan wartawan Kompas dan mantan Pemimpin Redaksi Harian Vokal Sumsel dan Riau Hari Ini, serta pernah jadi konsultan konten media di harian Singgalang dan Haluan Media Group (Haluan, di Padang; Haluan Riau di Pekanbaru, dan Haluan Kepri di Batam), juga dikenal sebagai mentor yang sudah melatih ribuan calon wartawan, wartawan, dan redaktur di berbagai kota di Indonesia.
Yurnaldi menjelaskan, buku Kritik Presiden dan Jurnalisme Hoax, memuat 21 esai jurnalistik yang membahas beragam persoalan terkini pers, wartawan, dan media.
Termasuk kata Yurnaldi kritik Presiden terhadap media, soal membanjirnya berita bohong (hoax), eskalasi kekerasan terhadap wartawan, dan soal kemerdekaan pers di Indonesia.
“Saya setuju dengan Presiden Joko Widodo bahwa yang berharap pihak media mainstream untuk tidak memberi tempat pada berita bohong (hoax) yang menebarkan kebencian, menghasut, memfitnah, dan merusak harmonisasi di negara yang ber-Bhineka Tunggal Ika ini.























































