Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Budi Iman Samiaji mengatakan banjir yang terjadi di Kota Padang disebabkan tingginya intensitas hujan. Menurut Budi, tingginya intensitas hujan disebabkan berbagai faktor, di antaranya adanya konvergensi atau pertemuan massa udara di barat Sumatera Barat.” Juga adanya fenomena MJO atau penambahan massa uap air dari Samudra Hindia,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sementara Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, dalam masa tanggap darurat ini, pemerintah daerah berfokus pada penanganan korban banjir. Termasuk membenahi belasan rumah warga yang terendam banjir. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir kali ini ditaksir mencapai Rp30 Miliar.
Mahyeldi menambahkan, pemerintah menyediakan posko bencana di Palanta Rumah Wali Kota Padang. Membuka dapur umum di beberapa titik dan posko kesehatan. Sebelumnya, Pemerintah Kota Padang menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir mengepung lima kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat selama tiga hari. Penetapannya diberlakukan mulai Selasa, 22 Maret 2016.
























































